Senin, 31 Agustus 2015 - 0 komentar

Gak rela

Sewa rumah 10 juta. Posisi rumah di kampung, jauh dari pusat kota, rumah belum finishing rapi. Kena tipu 400rb an. KAPOK!! Makanya jangan sok-sok an. Otak dipakai! Mana ada yg mau nyewa rumah harga 10 juta dengan kondisi kayak gitu. Plis deh..di kota aja harga sewa masih 8jt. 

*hadeeeeh*

Peristiwa ini bikin hati sebel dan kasian ma mereka. Duh, uang bulanan kepotong lagi buat menghibur mereka, yah sebagai uang ganti penipuan itu. 

*tears* 

Ada rasa gak rela.. Ya sudahlah hidup lagi dengan uang sejuta sebulan...

Kamis, 27 Agustus 2015 - 0 komentar

Sabar

Assalamu'alaykum ummahat shalihah..
Bagaimana kabar iman hari ini?
Senyum(sedekah) dulu yuk...

Alhamdulillah...semoga yang lain bisa segera bergabung ya..dimudahlkan segala aktivitas dunianya

Pagi ini kita akan diskusi tentang sabar. Apakah materi ini sudah pernah disampaikan di grup ini?

Mari kita mengawali majelis pagi kita dengan bersama membanca basmallah
Bismillahirrahmanirrahim...

Segala puji hanyalah milik Allah,Tuhan semesta alam,yang dengan pemberianNya kita dapat menarasakn banyak nikmat sampai detik ini
Shalawat serta salam semoga tak bosan kita sampaikan kepada junjungan,sang tauladan terbaik sepanjang zaman, Rasulullah salallau alaihi wasallam

"Dan bersabarlah kamu beserta orang orang yang menyeru Tuhannya dipagi dan senja hari dengan mengharap keridhaanNya,dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka(karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini dan janganlah kamu mengikuti orang yang telah Kami lalaikan dari mrngingat Kami serta menaati hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas."(al Kahfi:28)

Sabar....kata yang mudah diucapkan tapi sulit diaplikasikan. Sulit disini bukan bererti tidak bisa,karena semua itu tergantung bagaimana kadar keimanan kita. 
Secara bahasa sabar adalah mengekang/ menahan
Secara istilah sabar berarti menahan diri atas apa apa yang tidak disenangi,menahan lisan dari mengeluh atas beratnya cobaan&ujian lebih jauh lagi menahan diri dari berprasangka buruk kepada Allah

hakikat sabar adalah ✅tsabat(teguh bersama Allah&menerima ujian dengan jiwa yang jernih&lapang dada)
✅melatih diri untuk mengatasi kesulitan dan problematika hidup

✅keutamaan sabar:
1⃣disertai Allah
"....jika kamu bersabar,bertaqwa,niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan."(Ali Imran: 120)
2⃣diberikan pertolongan oleh Allah
"Jika kamu bersabar&bersiap siaga,dan mereka datang menyerang kamu seketika itu juga,niscaya Allah menolong kamu dengan limaribu malaikat yang memakai tanda."(Ali Imran:125)
3⃣dilipatgandakan pahalanya
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan,kelaparan,kekurangan harta,jiwa dan buah buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar"(al Baqarah:155)

Selanjutnya keutamaan sabar adalah..
4⃣dicintai oleh Allah
5⃣bisa mengambil hikmah dari ayat ayat Allah sehingga memperkokoh keimanan&ketaqwaannya
6⃣akan diberikan keteguhan hati
"Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan,sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal hal yang diutamakan."(asy Syuura:43)
7⃣menjadi jalan menuju kebaikan
8⃣diampuni dosa dosanya
9⃣memperoleh keberuntungan
"Hai orang orang yang beriman,bersabarlahkamu dan kuatkan kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga(diperbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah,supaya kamu beruntung."(Ali Imran:200)

✅macam macam sabar:
1⃣sabar dalam hal yang mubah(disenangi hawa nafsu),misalnya tidur siang,nonton tv
2⃣sabar atas ketaatan yaitu dengan tetap istiqomah untuk taat pada Allah,RasulNya&ulil amri(pemimpin) dikalangan kaum muslimin
3⃣sabar atas kemaksiatan,sebisa mungkin bersabar untuk tidak menuruti hawa nafsu yang mengarahkan kita pada perbuatan maksiat
4⃣Sabar atas ujian yang diberika kepada Allah

Sementara itu dulu ya ummahatfillah bahan disusi kita pagi ini

Sesungguhnya keutamaan ilmu adalah dengan mengamalkannya. Wallahu'lam bish shawab
Kita perkaya materi hari ini dengan diskusi
Rekap pertanyaan dan Jawaban

1⃣ Sabar dlm hal mubah. Tlog dijabarkn lg ustadzah. Krn sering nonton tv, anak2 sering meniru ucapan yg tdk pantas. Klo kt biasa tdr siang krn mmbiasakn anak bgmn?

2⃣Ustadzah apa benar sabar itu ada batasnya,(titipan teman)

3⃣Ustadzah sabar yg bagaimana kita menghadapi rumah tangga

4⃣Asslmkmwrwb Ustadzah.. Sy mau bertanya..Dalam kehidupan shari" kt tentunya menemui problem dg warga skliling kt..Sy tntunya hdp bertentangga ,tp mudahan muslimah yg dikajian ini tdk menghdpi hal ini sprti sy..Dalam hdp bertentangga dg org byk mmg kt byk memetik hikmah dr berbgai karakter pribadi stp individu..Ad yg ini,itu nah yg sy hadapi sprti ini ustadzah...rmh kmi letaknya dibw karena tanah diperumahan kmi sprti persawahan didaerah bandung tinggi baru rendah,kbtlan kmi brada didaerah rendah kendala yg kmi hadapi adalah..kita pnya jln bersama/ halaman bersama stp hr didpn rmh sy sll ad air yg membasahi halaman rmh itu stp hr,sdh diberitahu sm wrga yg atas biar mrka buat saluran air yg keselokan,tp udah hmpr 3 thn kmi tinggl disini tp g ad yg menggubris keluhan kmi,,pernah jg didpn rmh kmi,wlupn ad air yg sll membsahi halaman tentunya kmi sapu biar wlaupn basah tp bersih,udah disapu dg bersih..g thnya tetangga buang puing bekas bangun rmh,sisa pasir,sisa adukan smen membaur jd satu,jdnya udah becek,ditmbah dg penuh dg puing.pamit g jg kl mau naroh puing+ sisa bangunan,smentara sy pny anak 2 yg masih batita,ya bgitulah khdpan kmi stp hari,,,mgkn sy yg tidak sabar dlm hal ini..sy pengen pindah dr sini,tp dipikir" akankah ditmpt br sy akan mendapati tetangga yg lbh baik...bagaimn memupuk rasa sabar yg extra lg ustadzah krn yg namanya manusia pny watak beda" ?dan apakah sy hrs pindah dr tmpt yg skrg krn kl ditahan" tdk bgs jg untuk khdpn kdpn krn dlm krn wkt yg lmayan lm ini blm ad respon dr mrka,apakah mrka th tp pura" tidak th,apakah mrk th tp masa bodoh..Afwan ustadzah kepanjangan jazakillah ustadzah..

➡Sabar dlm hal mubah. Tlog dijabarkn lg ustadzah. Krn sering nonton tv, anak2 sering meniru ucapan yg tdk pantas. Klo kt biasa tdr siang krn mmbiasakn anak bgmn?
➡mubah adalah sesuatu yang diperbolehkan dalam agama,akan tetapi jika berlebih lebihan hukumnya menjadi haram
Semisal makan hukumnya mubah akan tetapi makan sampai kekenyangan masih dipaksa akhirnya sampai muntah akan berubah menjadi haram
Dalam islam juga tidak diajarkan untuk berlebih lebihan dalam segala hal. oleh karenanya bersabar menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu yang berlebih lebihan akan lebih baik bagi kita apalagi jika efeknya tidak baik kepada anak.wlhalm

➡Ustadzah apa benar sabar itu ada batasnya,(titipan teman)
➡sabar itu tidak ada batasnya Umm..yang ada adalah kemampuan dan kemauan masing masing orang untuk bersabar

➡Ustadzah sabar yg bagaimana kita menghadapi rumah tangga
➡ sabar dengan ujian Allah thd RT kita,sabar atas ketaatan kita pada suami(selam bukan bermaksiat kepada Allah)
Misalnya:suami bisa memberikan nafkah yang ckup sehingga demi anak anak kita diminta untuk menjadi IRT saja,maka itu juga kesabaran yang luar biasa,apalagi jika kita memiliki peluang besar untuk bekerja

➡Asslmkmwrwb Ustadzah.. Sy mau bertanya..Dalam kehidupan shari" kt tentunya menemui problem dg warga skliling kt..Sy tntunya hdp bertentangga ,tp mudahan muslimah yg dikajian ini tdk menghdpi hal ini sprti sy..Dalam hdp bertentangga dg org byk mmg kt byk memetik hikmah dr berbgai karakter pribadi stp individu..Ad yg ini,itu nah yg sy hadapi sprti ini ustadzah...rmh kmi letaknya dibw karena tanah diperumahan kmi sprti persawahan didaerah bandung tinggi baru rendah,kbtlan kmi brada didaerah rendah kendala yg kmi hadapi adalah..kita pnya jln bersama/ halaman bersama stp hr didpn rmh sy sll ad air yg membasahi halaman rmh itu stp hr,sdh diberitahu sm wrga yg atas biar mrka buat saluran air yg keselokan,tp udah hmpr 3 thn kmi tinggl disini tp g ad yg menggubris keluhan kmi,,pernah jg didpn rmh kmi,wlupn ad air yg sll membsahi halaman tentunya kmi sapu biar wlaupn basah tp bersih,udah disapu dg bersih..g thnya tetangga buang puing bekas bangun rmh,sisa pasir,sisa adukan smen membaur jd satu,jdnya udah becek,ditmbah dg penuh dg puing.pamit g jg kl mau naroh puing+ sisa bangunan,smentara sy pny anak 2 yg masih batita,ya bgitulah khdpan kmi stp hari,,,mgkn sy yg tidak sabar dlm hal ini..sy pengen pindah dr sini,tp dipikir" akankah ditmpt br sy akan mendapati tetangga yg lbh baik...bagaimn memupuk rasa sabar yg extra lg ustadzah krn yg namanya manusia pny watak beda" ?dan apakah sy hrs pindah dr tmpt yg skrg krn kl ditahan" tdk bgs jg untuk khdpn kdpn krn dlm krn wkt yg lmayan lm ini blm ad respon dr mrka,apakah mrka th tp pura" tidak th,apakah mrk th tp masa bodoh..Afwan ustadzah kepanjangan jazakillah ustadzah..
➡salah satu rizki yang berkah adalah mendapatkan tetangga yang baik.hendaknya kita melihat lingkungan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk tinggal. Apabila sudah terlanjur,dan tidak memungkinkan untuk mencari lingkungan yang lebih baik maka bersabar dengan kondisi yang ada jauh lebih baik. Sambil sertakan dalam doa kita kebaikan untuk tetangga kita...Allah adalah pembolak balik hati,mintalah padaNya agar tetangga&lingkungan sekeliling kita menyadari apa yang Ummi rasakan. Semoga bisa terkabul apa yang Ummi inginkan. Aamiin...

Bila ga ada pertanyaan lagi kita tutup ya kajiannya

Alhamdulillah Wa Barakallahufikum Ummahatifillah,

Jazakillah khayron katsier ustadzah Rini yg telah berbagi ilmu hari ini di M15

 Semoga Ilmu yg kita dapat hari ini bisa bermanfaat 

Aamiin..
Biar nambah berkah ilmu kita hari ini,sebaiknya ditutup dengan kafaratul majelis Umm

Kita tutup Majelis hari ini dengan do'a, 

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

“Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allailahailla anta astaghfiruka wa’atubu ilaik”

Artinya : “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih)
Selasa, 25 Agustus 2015 - 0 komentar

DIMANA MENCARI KEBAHAGIAAN SEJATI ?

🔵💟🔵💟🔵💟🔵💟🔵


بِسمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dalam kehidupan manusia, banyak sekali orang yang melupakan makna kebahagian hakiki.

Sebagian dari mereka tak kenal lelah mencari harta sebanyak2nya. Atau bekerja memburu karir, jabatan atau juga mengejar berbagai kenikmatan yang hanya bisa dinikmati sebatas hidupnya didunia, dan kebahagiaan itupun hanya akan dapat dinikmati dari sedikit waktu hidupnya.

Karakteristik dasar dari kenikmatan duniawi adalah selalu melalaikan dan membuat manusia berada dalam kondisi perbudakan baik oleh jin ataupun nafsunya sendiri.
Apa kira2 yang memicu keadaan seperti ini. Tentu semua ada sebabnya bukan ?

Mari sejenak kita bertafakur, berfikir dengan hati jernih dan mendalam tentang kondisi diri kita yang dari waktu ke waktu selalu menghadpi pertarungan antara beramal yang sejalan dengan petunjuk Agama ataukah yang dilarang. 
Kondisi ini akan selalu datang dan memenuhi sepanjang waktu hidup kita.

Beruntunglah, jika kita mampu berfikir dan menetapkan hati memiliki arah dan tujuan hidup untuk mencapai kebahagiaan kehidupan akhirat. 

Dengannya hati dan prilaku kita akan terus bisa kita kendalikan oleh keimanan sehingga akan senantiasa mengarah kepada  perbuatan (prilaku atau amal) yang menyebabkan turunnya rahmat Allah subhanahu wata'alaa.

Dan disinilah sesungguhnya kita akan menemukan kebahagiaan sejati itu. Yakni saat diri kita puas dan merasa bahagia ketika telah melakukan suatu perbuatan yang dirihdoi Allah. Apapun bentuk perbuatan itu, yang jelas kita mengetahui bahwa perbuatan tersebut adalah perbuatan yang akan memghasilkan buah yang baik yakni pahala dan kasih sayang Allah subhanahu wa ta'alaa. Dan akan merasa gelisah apabila tidak dapat melakukan sebuah amal sholih atau perbuatan baik yang menjadi kesempatannya namun terlewatkan.

Adapun bagi seseorang hatinya buta, tidak dapat melihat kebenaran dan cahaya hidayah maka dirinya, dalam kesehariannya tidak memiliki kepedulian dengan urusan keadaan amalnya. Baginya tidak melakukan amal baik tak menyesal, dan melakukan maksiatpun tak merasa bersalah. 

Hati yang seperti inilah yang dikatakan lalai, dan berpotensi menjadi obyek perbudakan jin dan syetan. 
Jika mereka (jin yang bertabiat syetan) masuk kedalam dirinya maka akan memperindah segala perbuatan buruk hingga ia tertarik dan gemar melakukannya. 

Dibuatnya berbagai bentuk ibadah dan perbuatan baik, tidak menarik, kuno dan memberatkan untuk dilakukan. Selalu ada alasan penolakan untuk melakukannya. Panggilan2 kebaikan sulit menembus hatinya. 
Karena cahaya hidayah telah redup dan bahkan kegelapan meliputi sepanjang waktunya.
Na'udzubillahi mindzalik.

Jika terjadi kondisi seperti ini maka dia akan sulit membedakan mana kebahagiaan dan mana saat dia berada dalam kesesatan. Baginya kebahagiaan adalah hal2 dan perbuatan yang mampu memuaskan dirinya, walau sesaat. Yang membuat hatinya bahagia ketika apa menjadi ambisinya tercapai walaupun hakikatnya menurut ukuran Agama tidak ada nilainya atau bahkan akan berakibat kehinaan bagi dirinya. 

Jadi ...
Perhatikan bahwa :
Ukuran kebahagiaan akan sangat berbeda bagi seseorang yang memiliki orientasi dan tujuan kebahagiaan akhirat dengan mereka yang hanya sebatas mengejar kebahagiaan duniawi.

Faktor utama pembeda ini adalah ada tidaknya, dalam dangkalnya "ilmu dan iman" yang ada pada dirinya.

Ketika seseorang Berilmu dan hatinya penuh dengan Keimanan maka dia akan memiliki bashiroh, cahaya kebaikan yang memancar dari hati, ucapan dan prilakunya sebagai pantulan dari keyakinanan atas kabar gembira yang akan dia dapatkan akibat keimanan dan amal sholihnya itu. 

Dan setiap Muslim hendaknya memiliki kepekaan dan juga faham akan hal ini sehingga dia bisa mengukur dirinya dimanakah dia berada. Apakan pada posisi pribadi yang penuh kelalaian ataukah yang selalu terjaga pada kebaikan dan ketaqwaan kepada Robbnya. 

Sehingga pada gilirannya diapun  akan sadar dan benar2 bisa membedakan hati yang mati dan yang hidup. 
Bahkan juga akan merasakan perbedaan atas kebahagiaan yang sejati dan mana yang bukan.
Tipu daya syetan akan lemah dihadapannya karena dalam dirinya telah diperkaya dengan cahaya kebaikan yang menyebabkan turunya perlindungan dan penjagaan dari Robbnya.

Demikian materi singkat ini. Semoga bisa difahami dan menjadi bahan reungan kita disiang hari ini. 

Billahi taufiq wal hidayah 

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Endria🌴
Jakarta, 25 Agustus 2015.
14.45 wib
Ustadzah Endria
- 0 komentar

Sebab hilangnya siksa dan kurangnya dosa

Kajian Online Hamba ALLAH SWT 

########################

Hari / Tgl : Senin, 24 Agustus 2015, 09 Dzulqo'dah 1436 H
Narasumber : Ustadz Dodi Abu El Jundi
Materi : Sebab hilangnya siksa dan kurangnya dosa
Admin : Bd.Nining & Bd.Saydah
Notulen : Bd. Dyah

#################

وَ عَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 Yuuukk dimulai 

 بسم الله الرحمن الرحيم
  Sebab hilangnya siksa & kurangnya dosa

 Kajian On-Line
Dodi Abu El Jundi
Group IRINA, MC, IS, ODOJ,
Group Hamba اللّهُ, IDHOL, KUTUB.

بسم الله الرحمن الرحيم 

Beberapa SEBAB yang bisa menghilangkan siksa dan mengurangi dosa. 

Tidak ada dimuka bumi ini manusia sekarang yang terbebas dari salah dan dosa, bahkan ada sebuah kalimat yang sering dinyanyikan bahwa "manusia itu adalah tempatnya salah dan dosa". 

Apakah benar pelaku maksiat ini bisa dikurangi siksaannya dan dikurangi dosanya...?

Sesungguhnya pelaku maksiat dapat digugurkan dosa dan siksanya di akhirat dengan beberapa sebab, yaitu:

1. Taubat

Dimana اللّهُ  ta’ala berfirman:

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا * إِلا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلا يُظْلَمُونَ شَيْئًا

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun” [QS. Maryam : 59-60].
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا * إِلا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) اللّهُ  dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena اللّهُ.  Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak اللّهُ  akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar” [QS. An-Nisaa’ : 145-146].

Para ulama sepakat bahwa taubat dapat menghapus segala dosa hingga dosa syirik akbar seorang hamba, selama nyawanya belum sampai di kerongkongannya. 

2. Istighfar

Dimana اللّهُ  ta’ala berfirman:

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan اللّهُ  sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) اللّهُ  akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun” [QS. Al-Anfaal : 33].

Istighfar sebenarnya masuk dalam cakupan taubat, yaitu memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan dan menyesalinya. Namun taubat lebih mencakup dan lebih unggul dibandingkan istighfar, karena ia mengandung tekad kuat untuk tidak mengulangi dosa/maksiat yang telah dilakukan di masa yang akan datang.

Ibnu ‘Abbaas radliyallaahu ‘anhumaa berkata:

لا كَبِيرَةَ مَعَ اسْتِغْفَارٍ، وَلا صَغِيرَةَ مَعَ إِصْرَارٍ

“Tidak ada dosa besar jika diiringi dengan istighfar, dan tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus-menerus” [Diriwayatkan oleh Ath-Thabariy dalam Jaami’ul-Bayaan 8/245, Ibnul-Mundzir dalam Tafsiir-nya no. 1670, Ibnu Abi Haatim dalam Tafsiir-nya no. 5217, dan yang lainnya; shahih].

3.  Melakukan amal shaalih

Dimana اللّهُ  ta’ala berfirman:

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk” [QS. Huud : 114].

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الصَّلاةُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ، مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

Dari Abu Hurairah : Bahwasannya Rasulullah ﷺ  pernah bersabda : “Shalat fardlu yang lima, shalat Jum’at hingga shalat Jum’at berikutnya, dan puasa Ramadlaan hingga puasa Ramadlaan berikutnya adalah penghapus dosa-dosa yang ada di antaranya, apabila orang tersebut meninggalkan dosa-dosa besar” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 233].

4. Tertimpa musibah yang bersifat keduniaan

عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُوعَكُ، فَمَسِسْتُهُ بِيَدِي، فَقُلْتُ: إِنَّكَ لَتُوعَكُ وَعْكًا شَدِيدًا، قَالَ: أَجَلْ، كَمَا يُوعَكُ رَجُلَانِ مِنْكُمْ، قَالَ: لَكَ أَجْرَانِ، قَالَ: نَعَمْ، مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مَرَضٌ فَمَا سِوَاهُ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا

Dari Ibnu Mas’uud radliyallaahu ‘anhu, ia berkata : Aku masuk menemui Nabi ﷺ  ketika beliau sakit. Lalu aku raba beliau, lalu aku berkata : "Sesungguhnya demammu bertambah keras". Beliau ﷺ  menjawab : “Benar, sebagaimana demamnya dua orang di antara kalian". Aku berkata : “Semoga engkau mendapatkan dua pahala". Beliau ﷺ  bersabda : "Tidaklah seorang muslim ditimpa cobaan berupa sakit dan sebagainya, kecuali اللّهُ  akan gugurkan dosa-dosanya sebagaimana sebatang pohon yang menggugurkan daunnya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 5667].

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَادَ

5. Syafa’at dari orang-orang yang diberikan izin oleh اللّهُ  ta’ala. 

Dimana اللّهُ  ta’ala berfirman:

يَوْمَئِذٍ لا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ إِلا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَنُ وَرَضِيَ لَهُ قَوْلا

“Pada hari itu tidak berguna syafaat, kecuali (syafaat) orang yang اللّهُ  Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridai perkataannya” [QS. Thaha : 109].

Telah menceritakan kepadaku Suwaid bin Sa'iid, ia berkata : Telah menceritakan kepadaku Hafsh bin Maisarah, dari Zaid bin Aslam, dari 'Athaa' bin Yasaar, dari Abu Sa'iid Al-Khudriy secara marfu’ : “……اللّهُ  lalu berfirman : ‘Para Malaikat, Nabi, dan orang-orang yang beriman telah memberi syafa’at, dan tinggallah Dzat Yang Maha Pengasih” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 302].

5.1. Syafa’at dari Nabi ﷺ :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " ....... أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ، مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ "

Dari Abu Hurairah, ia bekata : Telah bersabda Rasulullah ﷺ  : “Orang yang paling berbahagia memperoleh syafa’atku pada hari Kiamat adalah orang yang mengucapkan Laa ilaha illallaa ikhlas dari lubuk hatinya atau jiwanya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 99].

5.2. Syafa’at syuhadaa’ (orang yang mati syahid di jalan اللّهُ )

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءَ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " يُشَفَّعُ الشَّهِيدُ فِي سَبْعِينَ مِنْ  أَهْلِ بَيْتِهِ

Dari Abud-Dardaa’, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah ﷺ  : “Orang yang mati syahiid memberikan syafa’at kepada 70 orang dari keluarganya” [Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 2522; dishahihkan oleh Al-Albaaniy dalam Shahiih Sunan Abi Daawud 2/103].

5.3. Syafa’at orang yang menshalati jenazah kaum muslimin.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ، عَنْ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ، فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلًا لَا يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا، إِلَّا شَفَّعَهُمُ اللَّهُ فِيهِ

Dari ‘Abdullah bin ‘Abbaas, dari Rasulullah ﷺ  beliau bersabda : “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia lalu jenazahnya dishalati oleh empat puluh orang yang tidak menyekutukan اللّهُ  dengan sesuatu pun kecuali mereka akan memberikan syafa’at baginya” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 948].

5.4. Syafa’at dari anak-anak yang telah meninggal dunia semasa kecil.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَمُوتُ لَهُمَا ثَلَاثَةُ أَوْلَادٍ لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ، إِلَّا أَدْخَلَهُمَا اللَّهُ وَإِيَّاهُمْ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ الْجَنَّةَ، وَقَالَ: يُقَالُ لَهُمْ: ادْخُلُوا الْجَنَّةَ، قَالَ: فَيَقُولُونَ: حَتَّى يَجِيءَ أَبَوَانَا ، قَالَ: ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَيَقُولُونَ: مِثْلَ ذَلِكَ، فَيُقَالُ لَهُمْ: ادْخُلُوا الْجَنَّةَ أَنْتُمْ وَأَبَوَاكُمْ

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah ﷺ  : “Tidaklah dua orang muslim (suami istri) yang tiga orang anak mereka yang meninggal dunia sebelum mencapai usia dewasa, kecuali اللّهُ  akan memasukkan keduanya dan anak-anak mereka ke surga dengan keutamaan rahmat-Nya". Beliau bersabda : "Dikatakan kepada anak-anak tersebut : 'Masuklah

 kalian ke surga'. Mereka berkata : '(Kami tidak akan masuk) hingga bapak-bapak kami juga masuk!’. Lalu dikatakan kepada mereka : 'Masuklah kalian dan bapak-bapak kalian ke surga” [Diriwayatkan oleh Ahmad, 2/510; shahih. Dishahihkan sanadnya oleh Al-Arna’uth dan ‘Aadil Mursyid dalam takhrij-nya atas Musnad Al-Imaam Ahmad, 16/364].

6. Pemaafan اللّهُ  ta’ala tanpa melalui syafa’at.

Dimana اللّهُ  ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ 

“Sesungguhnya اللّهُ  tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya” [QS. An-Nisaa’ : 48]. 

7. Doa orang-orang mukmin, baik yang didoakan masih hidup ataupun telah meninggal.

Dimana اللّهُ  ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: "Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang" [QS. Al-Hasyr : 10].

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلا تَبَارًا

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang lalim itu selain kebinasaan"[QS. Nuuh : 28].

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ، إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Dari Abu Hurairah : Bahwasannya Rasulullah ﷺ  pernah bersabda : “Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga hal : shadaqah jariyyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shaalih yang mendoakannya” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 1631, Ahmad 2/372, At-Tirmidziy no. 1376, Al-Bukhaariy dalam Al-Adabul-Mufrad no. 38, dan yang lainnya].

8. Amal shalih yang dilakukan orang lain.
Amal shalih yang dilakukan orang lain yang dapat bermanfaat bagi seseorang tidak berlaku secara mutlak, namun harus berlandaskan dalil. Misalnya, tidak boleh seseorang mewakili shalat wajib orang lain, namun ia boleh mewakili haji orang lain dengan syarat ia sendiri sudah menunaikan haji.

8.1. Haji

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ رَجُلًا، يَقُولُ: لَبَّيْكَ عَنْ شُبْرُمَةَ، قَالَ: " مَنْ شُبْرُمَةُ؟ " قَالَ: أَخٌ لِي، أَوْ قَرِيبٌ لِي، قَالَ: " حَجَجْتَ عَنْ نَفْسِكَ "، قَالَ: لَا، قَالَ: " حُجَّ عَنْ نَفْسِكَ، ثُمَّ حُجَّ عَنْ شُبْرُمَةَ "

Dari Ibnu ‘Abbas radliyallaahu ‘anhuma, bahwasannya Nabi ﷺ  mendengar (ketika berhaji) seorang laki-laki mengucapkan talbiyyah haji : ‘Labbaika (kupenuhi panggilan-Mu ya اللّهُ)  atas nama hajinya Syubrumah’. Nabi ﷺ  bertanya : “Siapa Syubrumah?”. Ia menjawab : “Saudara saya (atau kerabat saya)”. Nabi bertanya : ”Apakah engkau telah berhaji untuk dirimu sendiri?”. Ia menjawab : “Belum”. Maka beliau bersabda : ”Berhajilah untuk dirimu sendiri, kemudian (kelak) kamu berhaji untuk Syubrumah” [Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 1811, Ibnu Majah no. 2903 dan Ibnu Hibban 962; dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud 1/509 dan Shahih Sunan Ibni Majah 3/10 no. 2364].

8.2. Shadaqah:

عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّيَ افْتُلِتَتْ نَفْسَهَا وَلَمْ تُوصِ،  وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، أَفَلَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟، قَالَ: " نَعَمْ "

Dari ’Aisyah, bahwasannya ada seorang laki-laki yang mendatangi Nabi ﷺ  dan berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia secara mendadak dan tidak sempat berwasiat. Aku kira, jika ia sempat berbicara niscaya ia akan bershadaqah. Adakah baginya pahala jika saya bershadaqah untuknya ?”. Maka beliau ﷺ  menjawab : ”Ya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy no. 1322 dan Muslim no. 1004].

8.3. Puasa : Kewajiban puasa yang belum ditunaikan semasa hidup:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ، صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ

Dari ‘Aaisyah radliyallaahu ‘anhaa, bahwasannya Rasulullah ﷺ  pernah bersabda : ”Barangsiapa yang meninggal dunia dan ia masih memiliki kewajiban puasa, maka hendaklah walinya berpuasa untuknya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 1952, Muslim no. 1147, Abu Dawud no. 2400, dan yang lainnya].

8.4. Pelunasan hutang:

Hadits Abu Qatadah radliyallaahu ‘anhu dimana ia pernah menanggung (melunasi) hutang sebesar dua dinar dari si mayit yang kemudian dengan itu Nabi ﷺ  bersabda :

الآنَ حِينَ بَرَدَتْ عَلَيْهِ جِلْدُهُ

“Sekarang, menjadi dinginlah kulitnya” [Diriwayatkan oleh Al-Haakim 2/74 bersama At-Tattabu’ no. 2401. Ia berkata : “Isnadnya shahih namun tidak dikeluarkan oleh Al-Bukhaariy dan Muslim].

والله أعلم بالصواب
[11:14 24/08/2015] dyah fitri nanda sari: Rekap Pertanyaan

1.  UstadZ ... bila seseorang sudah bertaubat nasuha apakah ia masih terkena dampak dari dosanya di masa lalu. Contoh dulu dy pernah merampok dan bertaubat nasuha. Apakah dy jg akan di rampok atau terkena musibah sebagai dampak dosa di masa lalu

Jawab → In sha اللّهُ terhapuskan dosanya. Tetapi yang berhubungan dengan manusia. Maka jika bisa mengembalikan dan meminta maaf kepada mereka (semaksimal mingkin)

 Lantas adakah dampaknya tadz ... seperti hukum timbal balik

 Kmudian jika saking bnyaknya yg dirampok bgaimana mengembalikannya tadx
Jawab → islam tidak mengenal karma. Karma ini budaya agama hindu
iya

2. Pak ustadz mau tanya ya,apa bisa dosa seseorang itu d tangung oleh orang lain..

Jawab → ditanggung...? Kalau berbarrengan ya bisaaa.


3. Ustadz, bagaimana dengan dosa zina? Misalnya sewaktu belum menikah, pernah pacaran, lalu setelah menikah taubat, dan menyesali perbuatannya. Apakah dosa tsb diampuni, karena ada yg mengatakan dosa pacaran tetap ada. Benarkah demikian?

Jawab: 
 In sha اللّهُ diampuni selama bersungguh sungguh bertaubat yaa

3. Ustadz, bagaimana dengan dosa zina? Misalnya sewaktu belum menikah, pernah pacaran, lalu setelah menikah taubat, dan menyesali perbuatannya. Apakah dosa tsb diampuni, karena ada yg mengatakan dosa pacaran tetap ada. Benarkah demikian?

Jawab:
- In sha اللّهُ diampuni selama bersungguh sungguh bertaubat yaa

Tanya:
Ttg hal diatas, ktk pasangan2 yg bergaul bebas, smpe kmuadian (maaf) hamil, bagi masyarakat menikahkan adlah solusi menutup aib. 
Lantas bagaimana dg remaja masa kini yg sesuka hati brgaul bebas, bhkn tak takut dg zina, krn bagi mrk taubatnya adalah dg nikah.

Jawab → Remaja itu memang terkadang kurang ilmu agama, makanya salah satu dari 7 orang yang mendapatkan Ridho اللّهُ Ta'ala adalah Remaja yang soleh atau solehah. Karena memang jarang remaja yang sudah mengenal ilmu agama yang mumpuni di usianya. 

Kalau orang tua soleh atau solehah, itu wajar, biasanya mendekati usia 40an manusia sudah mulai sadar akan kurangnya ilmi agama yang dimilikinya

 4. Asslmkmwrwb Ustadz sy mau bertanya ..begini ustadz..ad seorang ikhwan yg mau menggenapkan 1/2 dinnya dg seorg akhwat..seorg ikhwan ini anak nyantri disuatu kota..waktu ramadhan itukan wktunya lbr u.santri ..sbnarnya sdh berumur sktr 27 th,krn ngabdi 3 thn,,jd untuk keluar dr pondok itu syaratnya hrs 3 thn bnt ngajar dl disana..singkt cerita plglah si ikhwan ini kekmpg hlmannya..ngomong sama kedua org tuanya.kaget kn keluarganya krn sblmnya bliau mau tarim ke Yaman..th" mau nikah..krn si ikhwan ini knl akhwat lwt seorg perantara jd cm ad biodata,,jd kt klrganya ikhwan ya udah suruh pihak akhwat dtg kermh mau memastikn bnr" apa tidak..bicaralah keperantara bhwa mau nya pihak ikhwan sprti itu,,smntara pihak akhwat tdk mau krn tidak lazim pihak akhwat yg berknjg dl keklg ikhwan.. Lm tidak ad kmunikasi antara keduanya dlm hal ini lwt prantara ini...krn masa mondok udah dimulai lg jd si ikhwan balik lg kepondok.krg phm slma dirmh klg beliau apa yg trjadi..th"  2 hr beliau dipondok ad berita kl bliau mencb bunuh dr..si akhwat nya dikasih th dr perantara jg..baik klg,akhwat nya perantaranya smua kaget..knp bs sprti ini..
Phk klg dtg ke pondok tp beliau tdk tertlg,,singkt crita pihak klg menyalahkn akhwat nya..sbnrnya kl mau disrh dtg dl g akn sprti ini bla bla...si ikhwan dkt sm adeknya..beliau menitipkn spucuk srt u.akhwat yg isinya permohonan maaf krn tidak bs berbuat byk,mendo'akan siakhwat mg dpt pendamping hdp yg sholeh..jg mint dimaafkn skp klgnya..plus sebuah buku..         
Pertanyaannya..klu bunuh diri itu trmasuk dosa bsr?? Bagaimn dg amalan yg sdh beliau lkukan slma ini?? Benarkah sikap klgnya thdp bliau sprti itu smentara bliau mau menggenapkan 1/2 dinnya?? Afwan kepanjangan tadz. .jazakallah ya tadz..

Jawab:
 Bunuh diri adalah DOSA BESAR. Amalan yang biasa dia lakukan akan diperhitungkan juga nantinya. 

Dan pelajaran bagi para keluarga jika memang keinginan menikah sudah ada dan sudah dijetahui agamanya juga baik. Maka segerakanlah menikah.

 5. Begini ustadz...apakah ada ketentuannya atau hukumnya..bila kita ingin mengadopsi seorang anak..misalnya ttg mahram..nanti klo anak tersebut sudah baligh

Jawab:

Tetap tidak bisa menjadi mahrom

 6.  tanya ustdz..
mengenai puasa... sy tdk tau apakah alm ayah sy punya hutang puasa... 
sy ingin puasa untuk ayah saya.. baca niatnya bagaimana ustdz..?

Jawab:
 Kenapa bisa hutang puasa...?
Gimana ceritanya...?

 Tanya:
sblm ayah meninggal beliau sakit dahulu..

Jawab:
Dibulan Ramadhan atau diluar bulan Ramadhan

Tanya:
sy khawatir ayah sy punya hutang puasa yg belum terbayar.. karena harus minum obat..
sy lupa ustdz.. .. udh lama meninggalnya..
 sy ingin puasa aja untuk ayah saya

Jawab:
Nda bisa gitu
 Saya jabarkan yaaa
Point to point

Misalkan si X Sakit kemudian meninggal di Bulan Ramadhan, maka statusnya puasanya : 

1. Hutang puasa Ramadhan secara umum tidak diqadha, tetapi bayar fidyah. Karena pendapat terkuat qadha puasa hanya untuk puasa nadzar.

2. Jika sakit dan meninggal di tengah bulan Ramadhan, tidak ada hutang puasa dan tidak ada fidyah

3. Jika sakit di bulan Ramadhan tidak sempat mengqadha (tidak sengaja melambatkan), yaitu sempat sembuh sebentar ketika Ramadhan selesai , atau sempat meng-qadha tetapi baru sebagian. Maka sisanya tidak teranggap hutang puasa dan tidak ada fidyah

4. Jika sakit di bulan Ramadhan kemudian sempat sembuh dan sengaja melambatkan qadha. Keluarganya/walinya membayarkan fidyah

Jadi pilihlah salah satu dari kondisi diatas, titik beratnya adalah dipembayaran fidyah.

 7.Kalau anak yg di adopsi di panti bin nya pda siapa tadz

Jawab:
Ya pada Ibu atau Bapak kandungnya

 8. Klo adopsi sebaiknya yg jelas asal usulnya ya ustadz..

Jawab:
Iyaa

9.  Terkadang kan gak jelas tadz ayah ibunya

Ustadz kl anak adopsinya  ga tau asal usul bapak ibunya karna ditemukan ditempat sampah jadi gmn udtadz

 10.  Ustad bagaimana dgn orangtua yg membiarkan anaknya diadopsi apakah berdosa? Seperti menyerah pd sang anak dan apa termasuk lari dari tanggung jawab?

Jawab:
Tergantung sudut pandangnya Bunda
Kalau ortunya menelantarkannya dia berdosa

Kalau ternyata tidak mampu dan ada yang meminta dia mengijinkan untuk diurus maka tak mengapa

11.   Ustad... klo mo adopsi anak baiknya dr keluarga atau yg tak tau asal usul anak adopsi tersebut? Dan baiknya adopsi anak yg laki2 ataukah perempuan?

Jawab:
Semuanya sih baiikkk
Yang menajdikan anak itu tidak baik kan yang ngasuhnya
 Hehehheheh

 12. Pak ustadz anak d luar nikahkan mahromnya k ibu,hak warisnya gimana
Maksudnya dapat hak waris ga dari ayahnya

Jawab:
Tidak dapat apa apa

Tanya:
 Klo dihibahkan bisa kan ustad...

 13. Ohhh,kalo orang tuanya kaya raya kasian juga ya anaknya ga dapat hak waris

Jawab → Merugilah Bapaknya jika anak tersebut menjadi anak yang soleh atau solehah. Ngga dapat syafaat anak tersebut

 Kalo orang tuanya hamil sebelum nikah ,setelah 2 atau 3 bulan hamil, orang tuanya baru nikah itu sama juga ya pak ustadz dg status anak d luar nikah

Jawab → sama
Dan Bapaknya tidak bisa menjadi wali nikah
Harus diberikan kepada negara
Dalam hal ini adalah KUS
 KUA

 14. Ustadz kl anak adopsinya  ga tau asal usul bapak ibunya karna ditemukan ditempat sampah jadi gmn udtadz

Jawab → sama aja nasabnya tetep orang tuanya. Tetapi karena masih bayi bisa jadi saudara sepersusuan

Tanya:
 Binnya pda siapa tadz klo anak yg tdk jlas itu

Jawab:
Bin nya Bapak kandungnya
Kalau ngga tau ya "bin fulan"

 15. Pertanyaan bunda erty belum d jawab juga

Klo dihibahkan bisa kan ustad...

Jawab: 
Nda usah... Malah nanti bikin berantem.
Kasih saja sebelum Ayahnya meninggal

Tanya:
Maksudnya gimana pak ustadz

Jawab → kasih aja harta untuk anaknya tersebut sebelum Bapaknya meninggal dunia. Jadi ngga masuk dalam warisan dan hibah2ab

 Jika anak ditemukan ditempat sampah. Maka tetap saja nasabnya ke orang tua kandungnya. 

Jika masih bayi dan bisa disusui sama yang menemukan, maka bisa menjadi saudara sepersusuan. 

Jika tidak ada yang menyusuinya maka tetap tidak bisa menjadi mahrom

 16.  Ustadz klo anak angkat, ayah angkatnya ga bs jd wali nikah? Tp klo si ayah saking sayangny ga peduli angkat atau kandung ingin jadi wali dan sdh trjadi bagaimana?

Jawab:
Ngga bisaa
Nikahnya tidak sah
 Harus diserahkan ke negara
Dalam hal ini KUA

Tanya:
 Apa hrs nikah ulang atau gmn ustd?

Jawab:
 Iyaa
Rekap Materi M15
( HA 29-30 )
Kajian Online Hamba ALLAH SWT 

########################

Hari / Tgl : Senin, 24 Agustus 2015, 09 Dzulqo'dah 1436 H
Narasumber : Ustadz Dodi Abu El Jundi
Materi : Sebab hilangnya siksa dan kurangnya dosa
Admin : Bd.Nining & Bd.Saydah
Notulen : Bd. Dyah

#################

وَ عَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 Yuuukk dimulai 

 بسم الله الرحمن الرحيم
  Sebab hilangnya siksa & kurangnya dosa

 Kajian On-Line
Dodi Abu El Jundi
Group IRINA, MC, IS, ODOJ,
Group Hamba اللّهُ, IDHOL, KUTUB.

بسم الله الرحمن الرحيم 

Beberapa SEBAB yang bisa menghilangkan siksa dan mengurangi dosa. 

Tidak ada dimuka bumi ini manusia sekarang yang terbebas dari salah dan dosa, bahkan ada sebuah kalimat yang sering dinyanyikan bahwa "manusia itu adalah tempatnya salah dan dosa". 

Apakah benar pelaku maksiat ini bisa dikurangi siksaannya dan dikurangi dosanya...?

Sesungguhnya pelaku maksiat dapat digugurkan dosa dan siksanya di akhirat dengan beberapa sebab, yaitu:

1. Taubat

Dimana اللّهُ  ta’ala berfirman:

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا * إِلا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلا يُظْلَمُونَ شَيْئًا

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun” [QS. Maryam : 59-60].
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا * إِلا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) اللّهُ  dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena اللّهُ.  Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak اللّهُ  akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar” [QS. An-Nisaa’ : 145-146].

Para ulama sepakat bahwa taubat dapat menghapus segala dosa hingga dosa syirik akbar seorang hamba, selama nyawanya belum sampai di kerongkongannya. 

2. Istighfar

Dimana اللّهُ  ta’ala berfirman:

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan اللّهُ  sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) اللّهُ  akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun” [QS. Al-Anfaal : 33].

Istighfar sebenarnya masuk dalam cakupan taubat, yaitu memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan dan menyesalinya. Namun taubat lebih mencakup dan lebih unggul dibandingkan istighfar, karena ia mengandung tekad kuat untuk tidak mengulangi dosa/maksiat yang telah dilakukan di masa yang akan datang.

Ibnu ‘Abbaas radliyallaahu ‘anhumaa berkata:

لا كَبِيرَةَ مَعَ اسْتِغْفَارٍ، وَلا صَغِيرَةَ مَعَ إِصْرَارٍ

“Tidak ada dosa besar jika diiringi dengan istighfar, dan tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus-menerus” [Diriwayatkan oleh Ath-Thabariy dalam Jaami’ul-Bayaan 8/245, Ibnul-Mundzir dalam Tafsiir-nya no. 1670, Ibnu Abi Haatim dalam Tafsiir-nya no. 5217, dan yang lainnya; shahih].

3.  Melakukan amal shaalih

Dimana اللّهُ  ta’ala berfirman:

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk” [QS. Huud : 114].

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الصَّلاةُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ، مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

Dari Abu Hurairah : Bahwasannya Rasulullah ﷺ  pernah bersabda : “Shalat fardlu yang lima, shalat Jum’at hingga shalat Jum’at berikutnya, dan puasa Ramadlaan hingga puasa Ramadlaan berikutnya adalah penghapus dosa-dosa yang ada di antaranya, apabila orang tersebut meninggalkan dosa-dosa besar” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 233].

4. Tertimpa musibah yang bersifat keduniaan

عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُوعَكُ، فَمَسِسْتُهُ بِيَدِي، فَقُلْتُ: إِنَّكَ لَتُوعَكُ وَعْكًا شَدِيدًا، قَالَ: أَجَلْ، كَمَا يُوعَكُ رَجُلَانِ مِنْكُمْ، قَالَ: لَكَ أَجْرَانِ، قَالَ: نَعَمْ، مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مَرَضٌ فَمَا سِوَاهُ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا

Dari Ibnu Mas’uud radliyallaahu ‘anhu, ia berkata : Aku masuk menemui Nabi ﷺ  ketika beliau sakit. Lalu aku raba beliau, lalu aku berkata : "Sesungguhnya demammu bertambah keras". Beliau ﷺ  menjawab : “Benar, sebagaimana demamnya dua orang di antara kalian". Aku berkata : “Semoga engkau mendapatkan dua pahala". Beliau ﷺ  bersabda : "Tidaklah seorang muslim ditimpa cobaan berupa sakit dan sebagainya, kecuali اللّهُ  akan gugurkan dosa-dosanya sebagaimana sebatang pohon yang menggugurkan daunnya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 5667].

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَادَ

5. Syafa’at dari orang-orang yang diberikan izin oleh اللّهُ  ta’ala. 

Dimana اللّهُ  ta’ala berfirman:

يَوْمَئِذٍ لا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ إِلا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَنُ وَرَضِيَ لَهُ قَوْلا

“Pada hari itu tidak berguna syafaat, kecuali (syafaat) orang yang اللّهُ  Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridai perkataannya” [QS. Thaha : 109].

Telah menceritakan kepadaku Suwaid bin Sa'iid, ia berkata : Telah menceritakan kepadaku Hafsh bin Maisarah, dari Zaid bin Aslam, dari 'Athaa' bin Yasaar, dari Abu Sa'iid Al-Khudriy secara marfu’ : “……اللّهُ  lalu berfirman : ‘Para Malaikat, Nabi, dan orang-orang yang beriman telah memberi syafa’at, dan tinggallah Dzat Yang Maha Pengasih” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 302].

5.1. Syafa’at dari Nabi ﷺ :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " ....... أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ، مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ "

Dari Abu Hurairah, ia bekata : Telah bersabda Rasulullah ﷺ  : “Orang yang paling berbahagia memperoleh syafa’atku pada hari Kiamat adalah orang yang mengucapkan Laa ilaha illallaa ikhlas dari lubuk hatinya atau jiwanya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 99].

5.2. Syafa’at syuhadaa’ (orang yang mati syahid di jalan اللّهُ )

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءَ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " يُشَفَّعُ الشَّهِيدُ فِي سَبْعِينَ مِنْ  أَهْلِ بَيْتِهِ

Dari Abud-Dardaa’, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah ﷺ  : “Orang yang mati syahiid memberikan syafa’at kepada 70 orang dari keluarganya” [Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 2522; dishahihkan oleh Al-Albaaniy dalam Shahiih Sunan Abi Daawud 2/103].

5.3. Syafa’at orang yang menshalati jenazah kaum muslimin.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ، عَنْ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ، فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلًا لَا يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا، إِلَّا شَفَّعَهُمُ اللَّهُ فِيهِ

Dari ‘Abdullah bin ‘Abbaas, dari Rasulullah ﷺ  beliau bersabda : “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia lalu jenazahnya dishalati oleh empat puluh orang yang tidak menyekutukan اللّهُ  dengan sesuatu pun kecuali mereka akan memberikan syafa’at baginya” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 948].

5.4. Syafa’at dari anak-anak yang telah meninggal dunia semasa kecil.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَمُوتُ لَهُمَا ثَلَاثَةُ أَوْلَادٍ لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ، إِلَّا أَدْخَلَهُمَا اللَّهُ وَإِيَّاهُمْ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ الْجَنَّةَ، وَقَالَ: يُقَالُ لَهُمْ: ادْخُلُوا الْجَنَّةَ، قَالَ: فَيَقُولُونَ: حَتَّى يَجِيءَ أَبَوَانَا ، قَالَ: ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَيَقُولُونَ: مِثْلَ ذَلِكَ، فَيُقَالُ لَهُمْ: ادْخُلُوا الْجَنَّةَ أَنْتُمْ وَأَبَوَاكُمْ

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah ﷺ  : “Tidaklah dua orang muslim (suami istri) yang tiga orang anak mereka yang meninggal dunia sebelum mencapai usia dewasa, kecuali اللّهُ  akan memasukkan keduanya dan anak-anak mereka ke surga dengan keutamaan rahmat-Nya". Beliau bersabda : "Dikatakan kepada anak-anak tersebut : 'Masuklah

 kalian ke surga'. Mereka berkata : '(Kami tidak akan masuk) hingga bapak-bapak kami juga masuk!’. Lalu dikatakan kepada mereka : 'Masuklah kalian dan bapak-bapak kalian ke surga” [Diriwayatkan oleh Ahmad, 2/510; shahih. Dishahihkan sanadnya oleh Al-Arna’uth dan ‘Aadil Mursyid dalam takhrij-nya atas Musnad Al-Imaam Ahmad, 16/364].

6. Pemaafan اللّهُ  ta’ala tanpa melalui syafa’at.

Dimana اللّهُ  ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ 

“Sesungguhnya اللّهُ  tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya” [QS. An-Nisaa’ : 48]. 

7. Doa orang-orang mukmin, baik yang didoakan masih hidup ataupun telah meninggal.

Dimana اللّهُ  ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: "Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang" [QS. Al-Hasyr : 10].

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلا تَبَارًا

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang lalim itu selain kebinasaan"[QS. Nuuh : 28].

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ، إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Dari Abu Hurairah : Bahwasannya Rasulullah ﷺ  pernah bersabda : “Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga hal : shadaqah jariyyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shaalih yang mendoakannya” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 1631, Ahmad 2/372, At-Tirmidziy no. 1376, Al-Bukhaariy dalam Al-Adabul-Mufrad no. 38, dan yang lainnya].

8. Amal shalih yang dilakukan orang lain.
Amal shalih yang dilakukan orang lain yang dapat bermanfaat bagi seseorang tidak berlaku secara mutlak, namun harus berlandaskan dalil. Misalnya, tidak boleh seseorang mewakili shalat wajib orang lain, namun ia boleh mewakili haji orang lain dengan syarat ia sendiri sudah menunaikan haji.

8.1. Haji

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ رَجُلًا، يَقُولُ: لَبَّيْكَ عَنْ شُبْرُمَةَ، قَالَ: " مَنْ شُبْرُمَةُ؟ " قَالَ: أَخٌ لِي، أَوْ قَرِيبٌ لِي، قَالَ: " حَجَجْتَ عَنْ نَفْسِكَ "، قَالَ: لَا، قَالَ: " حُجَّ عَنْ نَفْسِكَ، ثُمَّ حُجَّ عَنْ شُبْرُمَةَ "

Dari Ibnu ‘Abbas radliyallaahu ‘anhuma, bahwasannya Nabi ﷺ  mendengar (ketika berhaji) seorang laki-laki mengucapkan talbiyyah haji : ‘Labbaika (kupenuhi panggilan-Mu ya اللّهُ)  atas nama hajinya Syubrumah’. Nabi ﷺ  bertanya : “Siapa Syubrumah?”. Ia menjawab : “Saudara saya (atau kerabat saya)”. Nabi bertanya : ”Apakah engkau telah berhaji untuk dirimu sendiri?”. Ia menjawab : “Belum”. Maka beliau bersabda : ”Berhajilah untuk dirimu sendiri, kemudian (kelak) kamu berhaji untuk Syubrumah” [Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 1811, Ibnu Majah no. 2903 dan Ibnu Hibban 962; dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud 1/509 dan Shahih Sunan Ibni Majah 3/10 no. 2364].

8.2. Shadaqah:

عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّيَ افْتُلِتَتْ نَفْسَهَا وَلَمْ تُوصِ،  وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، أَفَلَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟، قَالَ: " نَعَمْ "

Dari ’Aisyah, bahwasannya ada seorang laki-laki yang mendatangi Nabi ﷺ  dan berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia secara mendadak dan tidak sempat berwasiat. Aku kira, jika ia sempat berbicara niscaya ia akan bershadaqah. Adakah baginya pahala jika saya bershadaqah untuknya ?”. Maka beliau ﷺ  menjawab : ”Ya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy no. 1322 dan Muslim no. 1004].

8.3. Puasa : Kewajiban puasa yang belum ditunaikan semasa hidup:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ، صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ

Dari ‘Aaisyah radliyallaahu ‘anhaa, bahwasannya Rasulullah ﷺ  pernah bersabda : ”Barangsiapa yang meninggal dunia dan ia masih memiliki kewajiban puasa, maka hendaklah walinya berpuasa untuknya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 1952, Muslim no. 1147, Abu Dawud no. 2400, dan yang lainnya].

8.4. Pelunasan hutang:

Hadits Abu Qatadah radliyallaahu ‘anhu dimana ia pernah menanggung (melunasi) hutang sebesar dua dinar dari si mayit yang kemudian dengan itu Nabi ﷺ  bersabda :

الآنَ حِينَ بَرَدَتْ عَلَيْهِ جِلْدُهُ

“Sekarang, menjadi dinginlah kulitnya” [Diriwayatkan oleh Al-Haakim 2/74 bersama At-Tattabu’ no. 2401. Ia berkata : “Isnadnya shahih namun tidak dikeluarkan oleh Al-Bukhaariy dan Muslim].

والله أعلم بالصواب


 Rekap Pertanyaan

1.  UstadZ ... bila seseorang sudah bertaubat nasuha apakah ia masih terkena dampak dari dosanya di masa lalu. Contoh dulu dy pernah merampok dan bertaubat nasuha. Apakah dy jg akan di rampok atau terkena musibah sebagai dampak dosa di masa lalu

Jawab → In sha اللّهُ terhapuskan dosanya. Tetapi yang berhubungan dengan manusia. Maka jika bisa mengembalikan dan meminta maaf kepada mereka (semaksimal mingkin)

 Lantas adakah dampaknya tadz ... seperti hukum timbal balik

 Kmudian jika saking bnyaknya yg dirampok bgaimana mengembalikannya tadx
Jawab → islam tidak mengenal karma. Karma ini budaya agama hindu
iya

2. Pak ustadz mau tanya ya,apa bisa dosa seseorang itu d tangung oleh orang lain..

Jawab → ditanggung...? Kalau berbarrengan ya bisaaa.


3. Ustadz, bagaimana dengan dosa zina? Misalnya sewaktu belum menikah, pernah pacaran, lalu setelah menikah taubat, dan menyesali perbuatannya. Apakah dosa tsb diampuni, karena ada yg mengatakan dosa pacaran tetap ada. Benarkah demikian?

Jawab: 
 In sha اللّهُ diampuni selama bersungguh sungguh bertaubat yaa

3. Ustadz, bagaimana dengan dosa zina? Misalnya sewaktu belum menikah, pernah pacaran, lalu setelah menikah taubat, dan menyesali perbuatannya. Apakah dosa tsb diampuni, karena ada yg mengatakan dosa pacaran tetap ada. Benarkah demikian?

Jawab:
- In sha اللّهُ diampuni selama bersungguh sungguh bertaubat yaa

Tanya:
Ttg hal diatas, ktk pasangan2 yg bergaul bebas, smpe kmuadian (maaf) hamil, bagi masyarakat menikahkan adlah solusi menutup aib. 
Lantas bagaimana dg remaja masa kini yg sesuka hati brgaul bebas, bhkn tak takut dg zina, krn bagi mrk taubatnya adalah dg nikah.

Jawab → Remaja itu memang terkadang kurang ilmu agama, makanya salah satu dari 7 orang yang mendapatkan Ridho اللّهُ Ta'ala adalah Remaja yang soleh atau solehah. Karena memang jarang remaja yang sudah mengenal ilmu agama yang mumpuni di usianya. 

Kalau orang tua soleh atau solehah, itu wajar, biasanya mendekati usia 40an manusia sudah mulai sadar akan kurangnya ilmi agama yang dimilikinya

 4. Asslmkmwrwb Ustadz sy mau bertanya ..begini ustadz..ad seorang ikhwan yg mau menggenapkan 1/2 dinnya dg seorg akhwat..seorg ikhwan ini anak nyantri disuatu kota..waktu ramadhan itukan wktunya lbr u.santri ..sbnarnya sdh berumur sktr 27 th,krn ngabdi 3 thn,,jd untuk keluar dr pondok itu syaratnya hrs 3 thn bnt ngajar dl disana..singkt cerita plglah si ikhwan ini kekmpg hlmannya..ngomong sama kedua org tuanya.kaget kn keluarganya krn sblmnya bliau mau tarim ke Yaman..th" mau nikah..krn si ikhwan ini knl akhwat lwt seorg perantara jd cm ad biodata,,jd kt klrganya ikhwan ya udah suruh pihak akhwat dtg kermh mau memastikn bnr" apa tidak..bicaralah keperantara bhwa mau nya pihak ikhwan sprti itu,,smntara pihak akhwat tdk mau krn tidak lazim pihak akhwat yg berknjg dl keklg ikhwan.. Lm tidak ad kmunikasi antara keduanya dlm hal ini lwt prantara ini...krn masa mondok udah dimulai lg jd si ikhwan balik lg kepondok.krg phm slma dirmh klg beliau apa yg trjadi..th"  2 hr beliau dipondok ad berita kl bliau mencb bunuh dr..si akhwat nya dikasih th dr perantara jg..baik klg,akhwat nya perantaranya smua kaget..knp bs sprti ini..
Phk klg dtg ke pondok tp beliau tdk tertlg,,singkt crita pihak klg menyalahkn akhwat nya..sbnrnya kl mau disrh dtg dl g akn sprti ini bla bla...si ikhwan dkt sm adeknya..beliau menitipkn spucuk srt u.akhwat yg isinya permohonan maaf krn tidak bs berbuat byk,mendo'akan siakhwat mg dpt pendamping hdp yg sholeh..jg mint dimaafkn skp klgnya..plus sebuah buku..         
Pertanyaannya..klu bunuh diri itu trmasuk dosa bsr?? Bagaimn dg amalan yg sdh beliau lkukan slma ini?? Benarkah sikap klgnya thdp bliau sprti itu smentara bliau mau menggenapkan 1/2 dinnya?? Afwan kepanjangan tadz. .jazakallah ya tadz..

Jawab:
 Bunuh diri adalah DOSA BESAR. Amalan yang biasa dia lakukan akan diperhitungkan juga nantinya. 

Dan pelajaran bagi para keluarga jika memang keinginan menikah sudah ada dan sudah dijetahui agamanya juga baik. Maka segerakanlah menikah.

 5. Begini ustadz...apakah ada ketentuannya atau hukumnya..bila kita ingin mengadopsi seorang anak..misalnya ttg mahram..nanti klo anak tersebut sudah baligh

Jawab:

Tetap tidak bisa menjadi mahrom

 6.  tanya ustdz..
mengenai puasa... sy tdk tau apakah alm ayah sy punya hutang puasa... 
sy ingin puasa untuk ayah saya.. baca niatnya bagaimana ustdz..?

Jawab:
 Kenapa bisa hutang puasa...?
Gimana ceritanya...?

 Tanya:
sblm ayah meninggal beliau sakit dahulu..

Jawab:
Dibulan Ramadhan atau diluar bulan Ramadhan

Tanya:
sy khawatir ayah sy punya hutang puasa yg belum terbayar.. karena harus minum obat..
sy lupa ustdz.. .. udh lama meninggalnya..
 sy ingin puasa aja untuk ayah saya

Jawab:
Nda bisa gitu
 Saya jabarkan yaaa
Point to point

Misalkan si X Sakit kemudian meninggal di Bulan Ramadhan, maka statusnya puasanya : 

1. Hutang puasa Ramadhan secara umum tidak diqadha, tetapi bayar fidyah. Karena pendapat terkuat qadha puasa hanya untuk puasa nadzar.

2. Jika sakit dan meninggal di tengah bulan Ramadhan, tidak ada hutang puasa dan tidak ada fidyah

3. Jika sakit di bulan Ramadhan tidak sempat mengqadha (tidak sengaja melambatkan), yaitu sempat sembuh sebentar ketika Ramadhan selesai , atau sempat meng-qadha tetapi baru sebagian. Maka sisanya tidak teranggap hutang puasa dan tidak ada fidyah

4. Jika sakit di bulan Ramadhan kemudian sempat sembuh dan sengaja melambatkan qadha. Keluarganya/walinya membayarkan fidyah

Jadi pilihlah salah satu dari kondisi diatas, titik beratnya adalah dipembayaran fidyah.

 7.Kalau anak yg di adopsi di panti bin nya pda siapa tadz

Jawab:
Ya pada Ibu atau Bapak kandungnya

 8. Klo adopsi sebaiknya yg jelas asal usulnya ya ustadz..

Jawab:
Iyaa

9.  Terkadang kan gak jelas tadz ayah ibunya

Ustadz kl anak adopsinya  ga tau asal usul bapak ibunya karna ditemukan ditempat sampah jadi gmn udtadz

 10.  Ustad bagaimana dgn orangtua yg membiarkan anaknya diadopsi apakah berdosa? Seperti menyerah pd sang anak dan apa termasuk lari dari tanggung jawab?

Jawab:
Tergantung sudut pandangnya Bunda
Kalau ortunya menelantarkannya dia berdosa

Kalau ternyata tidak mampu dan ada yang meminta dia mengijinkan untuk diurus maka tak mengapa

11.   Ustad... klo mo adopsi anak baiknya dr keluarga atau yg tak tau asal usul anak adopsi tersebut? Dan baiknya adopsi anak yg laki2 ataukah perempuan?

Jawab:
Semuanya sih baiikkk
Yang menajdikan anak itu tidak baik kan yang ngasuhnya
 Hehehheheh

 12. Pak ustadz anak d luar nikahkan mahromnya k ibu,hak warisnya gimana
Maksudnya dapat hak waris ga dari ayahnya

Jawab:
Tidak dapat apa apa

Tanya:
 Klo dihibahkan bisa kan ustad...

 13. Ohhh,kalo orang tuanya kaya raya kasian juga ya anaknya ga dapat hak waris

Jawab → Merugilah Bapaknya jika anak tersebut menjadi anak yang soleh atau solehah. Ngga dapat syafaat anak tersebut

 Kalo orang tuanya hamil sebelum nikah ,setelah 2 atau 3 bulan hamil, orang tuanya baru nikah itu sama juga ya pak ustadz dg status anak d luar nikah

Jawab → sama
Dan Bapaknya tidak bisa menjadi wali nikah
Harus diberikan kepada negara
Dalam hal ini adalah KUS
 KUA

 14. Ustadz kl anak adopsinya  ga tau asal usul bapak ibunya karna ditemukan ditempat sampah jadi gmn udtadz

Jawab → sama aja nasabnya tetep orang tuanya. Tetapi karena masih bayi bisa jadi saudara sepersusuan

Tanya:
 Binnya pda siapa tadz klo anak yg tdk jlas itu

Jawab:
Bin nya Bapak kandungnya
Kalau ngga tau ya "bin fulan"

 15. Pertanyaan bunda erty belum d jawab juga

Klo dihibahkan bisa kan ustad...

Jawab: 
Nda usah... Malah nanti bikin berantem.
Kasih saja sebelum Ayahnya meninggal

Tanya:
Maksudnya gimana pak ustadz

Jawab → kasih aja harta untuk anaknya tersebut sebelum Bapaknya meninggal dunia. Jadi ngga masuk dalam warisan dan hibah2ab

 Jika anak ditemukan ditempat sampah. Maka tetap saja nasabnya ke orang tua kandungnya. 

Jika masih bayi dan bisa disusui sama yang menemukan, maka bisa menjadi saudara sepersusuan. 

Jika tidak ada yang menyusuinya maka tetap tidak bisa menjadi mahrom

 16.  Ustadz klo anak angkat, ayah angkatnya ga bs jd wali nikah? Tp klo si ayah saking sayangny ga peduli angkat atau kandung ingin jadi wali dan sdh trjadi bagaimana?

Jawab:
Ngga bisaa
Nikahnya tidak sah
 Harus diserahkan ke negara
Dalam hal ini KUA

Tanya:
 Apa hrs nikah ulang atau gmn ustd?

Jawab:
 Iyaa

Mari kita tutup kajian hari ini dengan kafaratul majelis


 Doa Kafaratul Majelis :
 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Sabtu, 22 Agustus 2015 - 0 komentar

Belajar dari Kata - Kata Imam Asy-Syafi'i


“Barangsiapa mengaku dapat menggabungkan dua cinta dalam hatinya, cinta dunia sekaligus cinta Allah, maka dia telah berdusta.” 
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Jika ada seorang yang ingin menjual dunia ini kepadaku dengan nilai harga sekeping roti, niscaya aku tidak akan membelinya.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafannya sedang ditenun”.
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Orang yang berilmu dan beradab, tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu, merantaulah ke negeri orang”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Aku tidak pernah berdialog dengan seseorang dengan tujuan aku lebih senang jika dia berpendapat salah”.
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Jangan cintai orang yang tidak m'cintai Allah. Kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Barangsiapa yang menginginkan Husnul Khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia”.
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Pentingnya menyebarkan ilmu agama.
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Ilmu itu seperti air. Jika ia tidak bergerak, aka menjadi mati lalu membusuk.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Doa di saat tahajud adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Kamu seorang manusia yang dijadikan dari tanah dan kamu juga akan disakiti (dihimpit) dengan tanah.” - (Imam Asy-Syafi'i)

“Perbanyakkan menyebut Allah dari pada menyebut makhluk. Perbanyakkan menyebut akhirat daripada menyebut dunia”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat.”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Seorang sufi tidak menjadi sufi jika ada pada dirinya 4 perkara: malas, suka makan, suka tidur dan berlebih-lebihan”.
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Siapa yang menasihatimu secara sembunyi-sembunyi maka ia benar-benar menasihatimu. Siapa yang menasihatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Bumi Allah amatlah luas namun suatu saat apabila takdir sudah datang, angkasa pun menjadi sempit”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Jadikan akhirat di hatimu, dunia di tanganmu, dan kematian di pelupuk matamu”
- (Imam Asy-Syafi'i)

“Aku mampu berhujjah dengan 10 orang berilmu, tapi aku akan kalah pada seorang yang jahil karena dia tak tahu akan landasan ilmu”.
- (Imam Asy-Syafi'i)
Jumat, 21 Agustus 2015 - 0 komentar

Galau

Hemm...
Semangat belajar mulai muncul lagi
Semangat berkebun mulai muncul lagi
Semangat menjadi pengusaha mulai muncul lagi

Semua muncul tiba-tiba dan bersamaan
Bikin galau *ah dasar goldar O*

Dan semua berakhir di perencanaan
Dan semoga bukan berakhir sebagai wacana
Dan semoga salah satu terwujud, atau ketiganya terwujud

Bismillah..!!!