Rabu, 22 Mei 2013 - , , , , , , , 1 komentar

berbaik sangkalah kepadaku, suamiku tetap mencintaimu


Surat Dari Ibu Mertua


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarrakatuh 

Duhai gadis yang baru ku kenal.. 
Tahukah kau, dia putraku..Lahir dari dalam rahim suciku.. 
Ku pertaruhkan hidupku untuk memilikinya..Anak kesayanganku yang sepanjang hidupnya ku besarkan dengan segenap rasa cintaku..Tangan renta ini yang mengangkat tubuh mungilnya, menyuapinya, menyeka air matanya dan memeluknya dalam dekapanku.. 
Duhai gadis.. 
Tahukah kau betapa besar rasa cintaku padanya?Bahkan aku tak mampu membayangkan bila ada yang merebutnya dari dekapku.. 

Tahukah kau gadis? 
Betapa bangga ku rasakan ketika dia mulai beranjak dewasa?Menatap tumbuh menjadi lelaki tegap dan tampan..Seulas senyumnya mengingatkanku pada senyuman ayahnya yang sangat ku cinta.. 
Betapa hati ini terus diliputi rasa bangga dan buncahan cinta padanya..Kebanggaanku.. Putraku.. 
Berbagai prestasi dia ukir dan memahatnya..Bangga tak terperi dalam lubang rasaku..Dan ku selalu merasa puas menyebutnya putraku.. 
Tak sedikitpun dia pernah mengecewakanku..Tak pernah.. 

Gadis, tahukah kau.. 
Betapa haru hatiku, ketika ku melihat perubahannya..Mencoba mengenal Diennya lebih dalam dari yang kami ajarkan padanya.. 
Dia menjadi laki-laki sejati..Lelaki yang dirindukan JANNAH..Aku semakin sayang padanya.. 

Putraku kini yang malah mengajarkanku banyak hal..Mendekatkanku pada-Nya..Pada Rabb ku yang selama ini ku kenal dengan sederhana karena kebodohanku..Tapi aku tak malu..namun sebaliknya..Aku semakin bangga padanya..Putraku.. Cahayaku.. 

Namun.. 

Rasa itu berubah menjadu takut, cemas dan khawatir..Ketika dia menyampaikan padaku keinginannya.. 
Dia ingin menyempurnakan separuh agamanya.. 
Yah.. Dia ingin membangun rumah tangganya sendiri.. 
Dan, dia telah memilih….., kaulah gadis beruntung itu.. 

Gadis, tahukah kau?Betapa cemburuku padamu?Yah, aku sangat takut kehilangan putra kesayanganku..Takut kau merebut semua perhatiannya dariku..Takut keberadaanmu, memalingkannya dariku..Kau akan merebutnya dan aku cemburu.. 

Namun, kembali kusadari..Putraku tak akan memilih wanita sembarang.. 
Ku yakin kau punya kelebihan yang membuatnya memilihmu..Dan ku mulai menata hatiku.. 

Duhai gadis pilihan putraku.. 
Ku harap kau memiliki tangan yang lebih lembut dariku..Karena ku tak mau kau melukai putraku.. 
Ku harap kau mempunyai senyum yang lebih sejuk dariku..Karena kelak, dia akan datang padamu dalam tiap galaunya untuk mencari ketenangan.. 
Ku harap kau memiliki pelukan yang lebih hangat dariku..Karena ku ingin hatinya selalu damai dalam dekapanmu.. 
Ku harap kau mempunyai tutur kata yang seindah embun..Karena ku tak ingin dia mendengar kata-kata kasar dalam hidupnya.. 

Duhai gadis pilihan putraku.. 
Jadilah anakku..Agar tak pernah ku merasa kehilangan putraku karena kehadiranmu… 
Jadilah sahabatku..Agar kau dapat mencurahkan rasamu padaku kelak.. 
Jadilah rekanku..Agar bersama-sama kita mencintai lelaki yang sama-sama kita cintai.. 

Untukmu gadis pilihan putraku.. Selamat datang di istana kami..Penuhilah dengan cinta dan kasih..Semoga kau bahagia menjadi bagian dari kami..Padamu gadis pilihan putraku..Aku pun akan mencintaimu.

Isi hati menantu untuk balasan surat ibu mertua 

Wa'alaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh,

Duhai ibu mertua yang baru ku kenal...Ku telah terpikat dengan indahnya akhlak putramu...Ku telah terpinang dengan manisnya iman pada putramu...Dan ku ingin sekali mengenalimu yg ku yakini engkau pasti seorang ibu yang sangat luar biasa...


Wahai ibu mertuaku...Jujur ku katakan padamu...Setiap kali ku terbayang harus melangkah jauh dari keluargaku...Hatiku menjadi galau dan cemas tak menentu...


Mampukah aku hidup jauh di negeri orang yang baru ku kenal?Mampukah aku menjadi menantu impianmu?Bisakah aku menjadi istri yang baik untuk putramu?Tapi risauku kan segera sirna saat kau memandangku dan tersenyum penuh kesejukan.. Senyuman yang kuyakini telah menemani suka duka putramu...



Bimbangku segera beranjak ketika kau menyambut hangat uluran tanganku, kuingin sekali mencium punggung tanganmu yang telah merawat putramu hingga sekarang ia bisa menjadi belahan jiwaku....



Ketahuilah ibu mertuaku...Hadirku disini bukanlah ingin merebut perhatian putramu hingga ia berpaling darimu dan bukan pula ku ingin merampasnya dari dekapanmu,bagaimana mungkin ku melakukan itu semua?Bukankah sampai kapanpun syurga putramu berada ditelapak kakimu?Akan tetapi hadirku disini hanyalah memainkan rangkaian skenario yg telah ditakdirkan oleh tuhanku, tuhanmu, dan tuhan putramu...



Ku mohon wahai ibu mertua yang mulia...Izinkanlah kutitipkan nadiku berdetak disalah satu bilik dari empat bilik jantung putramu...Izinkanlah kasihku menempati disalah satu ruang diruang hati putramu...Izinkanlah cintaku mengalir di aliran arteri vena putramu...



Duhai ibu...Kuingin menjadi anakmu agar tak pernah kau merasa kehilangan putramu krn kehadiranku...Ku ingin menjadi sahabatmu agar kita bisa saling mencurahkan rasa...Ku ingin menjadi rekanmu..Agar kita bisa bersama mencintai putramu...Aku telah memutuskan hidup bersama putramu berarti aku juga siap hidup denganmu ku mencintai putramu dan ku juga harus mencintaimu.



sumber: dari blog seseorang  

1 komentar:

Posting Komentar